MUSRENBANGDES Untuk Desa Pageraji
Yang Maju

Layanan Publik Pemberdayaan Masyarakat Seni dan Budaya
Musrenbangdes Pageraji (Sahal/pageraji.info)

Pageraji- Rabu malam, 30 Oktober 2019Puji syukur kehadirat tuhan atas segala rahmat dan karunianya. Pemerintah Desa Pageraji dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat yang meliputi rt, rw, linmas, pkk, karang taruna, bpd, dan tokoh lainnya mengadakan musyarawah rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes) 2019-2024.

Musrenbangdes dilaksanakan di aula Desa Pageraji serta dihadiri tidak kurang dari seratus anggota masyarakat. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan dari kepala desa, kepala bpd, dan fasilitator dari kecamatan.

Ketua BPD Desa Pageraji menyampaikan bahwa Musrenbangdes adalah ajang untuk pembangunan desa khususnya Desa Pageraji agar kedepan harus lebih maju.

Ibu Rina selaku sekretaris desa Desa Pageraji membacakan usulan-usulan dari tiap-tiap rt rw yang sebelumnya sudah dilaksanakan musyawarah dusun. Diintip dari program-program yang diajukan, memang kebanyakan mengusulkan pembangunan secara fisik seperti pembangunan jalan, pemeliharaan fasilitas umum dan lainnya.

Pak Yahya, dulu kan kita pernah study komparasi ke desa terkait air bersih. Seharusnya ini harus menjadi momok program yang harus diunggulkan karna kita juga sedang merasakan krisis air, ujarnya. Hal ini mungkin menjadi prioritas yang harus didahulukan agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami keresahan seperti sekarang ini.

larut musyawarah semakin hangat saja pembahasan-pembahasan yang diutarakan. Sebagian tokoh mengedepankan bahwa guru/tenaga pendidik khususnya tk dan paud yang kebanyakan masih berstatus wiyata bhakti harus menjadi perhatian pemerintah desa. Ada juga pendapat dari salah satu anggota supaya ada terobosan-terobosan dari pemerintah desa untuk dapat mengatasi masalah-masalah yang sifatnya bisa jadi tidak masuk ke dalam RPJMDes.

Tak mau kalah, Karang Taruna sebagai ujung tombak masyarakat ikut sert urun memberi sumbangsih pemikirian dengan mengajukan program-program di bidang olahraga, bank sampah, perkebunan kopi, digitalisasi, dan pelatihan-pelatihan untuk membangun skill dan kemampuan pemuda pada khususnya sehingga tidak tertinggal jauh oleh era Revolusi 4.0.

Kemudian, karna waktu semakin malam, tim fasilitator memberi saran agar sekiranya ada usulan program yang belum masuk ke dalam RPJMDes untuk ditulis dan diserahkan kepada perangkat desa supaya dapat tercover dan akhirnya masuk kedalam RPJMDes.